-->

Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita


 

Konsep Dasar Manajemen Pendidikan

| Rabu, Februari 18, 2026 WIB Last Updated 2026-02-17T17:47:06Z



KONSEP DASAR MANAJEMEN PENDIDIKAN

1. Pengantar: Mengapa Manajemen Pendidikan Penting?

Manajemen tidak hanya dibutuhkan dalam dunia bisnis, tetapi juga dalam semua organisasi, termasuk lembaga pendidikan. Sekolah, universitas, bahkan keluarga membutuhkan manajemen agar setiap kegiatan yang dirancang dapat berjalan terarah dan mencapai tujuan. Tanpa manajemen, kegiatan pendidikan akan berlangsung tanpa koordinasi, boros sumber daya, dan sulit mencapai mutu yang diharapkan. Karena itu, manajemen diperlukan terutama untuk dua alasan penting: pertama, untuk memastikan tujuan pendidikan dapat dicapai secara efektif; kedua, untuk menjaga keseimbangan antara berbagai kepentingan yang seringkali saling bertentangan dalam organisasi pendidikan. 


2. Pengertian Manajemen: Konsep Dasar

Secara etimologis, kata manajemen memiliki akar dari beberapa bahasa seperti Latin manus (tangan) yang bermakna mengendalikan atau mengarahkan. Dalam perkembangan selanjutnya, manajemen dipahami sebagai seni dan ilmu untuk mengatur serta mengelola sumber daya agar tujuan organisasi tercapai.

Para ahli menjelaskan manajemen sebagai suatu proses yang khas, mencakup kegiatan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan/pengarahan, dan pengendalian. George R. Terry menegaskan bahwa manajemen adalah proses yang terdiri dari planning, organizing, actuating, dan controlling (POAC). Dengan demikian, manajemen bukan hanya teori, melainkan tindakan nyata untuk menggerakkan organisasi menuju keberhasilan. 


3. Manajemen sebagai Ilmu dan Seni

Manajemen disebut sebagai ilmu karena memiliki prinsip-prinsip yang disusun secara sistematis dan dapat dipelajari. Namun, manajemen juga merupakan seni karena membutuhkan kreativitas, intuisi, dan keterampilan pemimpin dalam membaca situasi organisasi.

Dalam dunia pendidikan, seorang kepala sekolah atau pimpinan lembaga pendidikan tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus memiliki seni kepemimpinan untuk mengelola konflik, memotivasi guru, membangun budaya mutu, dan menjalin kerja sama dengan masyarakat. Karena itu, manajemen pendidikan menuntut perpaduan antara pendekatan ilmiah dan kecakapan praktis. 


4. Unsur Penting dalam Manajemen: 6M + 5W + 1H

Manajemen bekerja dengan mengatur sumber daya organisasi. Sumber daya tersebut sering disebut dengan konsep 6M, yaitu: Man (manusia), Money (uang), Method (metode), Machine (alat), Materials (bahan), dan Market (pasar/pengguna layanan).

Untuk mengelola 6M tersebut secara tepat, manajemen harus menjawab pertanyaan dasar 5W + 1H, yaitu:

What (apa yang diatur),

Why (mengapa diatur),

Who (siapa yang mengatur),

When (kapan dilakukan),

Where (di mana dilakukan),

How (bagaimana proses pengaturannya).


Dalam pendidikan, 6M dapat berupa guru, siswa, dana BOS, metode pembelajaran, sarana prasarana, dan masyarakat sebagai stakeholder sekolah. Semua unsur ini harus dikelola agar sekolah mampu menghasilkan mutu pendidikan yang baik. 


5. Sejarah Perkembangan Manajemen

Manajemen sudah dipraktikkan sejak masa kuno, misalnya dalam pembangunan piramida Mesir atau sistem irigasi di Tiongkok. Namun, manajemen berkembang pesat pada masa Revolusi Industri ketika organisasi membutuhkan efisiensi kerja. Tokoh penting seperti Frederick W. Taylor dikenal sebagai pelopor manajemen ilmiah yang menekankan produktivitas dan efisiensi kerja. Selanjutnya, Henri Fayol memperkenalkan prinsip-prinsip manajemen klasik, termasuk fungsi perencanaan, pengorganisasian, koordinasi, dan pengendalian.


Pada masa modern, manajemen berkembang lebih luas dengan menekankan aspek manusia, motivasi, budaya organisasi, serta pengaruh teknologi digital. Dalam konteks pendidikan abad 21, manajemen tidak lagi hanya administratif, tetapi menjadi strategi utama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan transformasi digital. 


6. Pengertian Manajemen Pendidikan


Manajemen pendidikan adalah penerapan prinsip dan teori manajemen dalam dunia pendidikan. Artinya, manajemen pendidikan merupakan seni dan ilmu mengelola seluruh sumber daya pendidikan agar tujuan pendidikan dapat dicapai secara optimal, efektif, dan efisien.


Beberapa ahli menjelaskan bahwa manajemen pendidikan mencakup pengelolaan semua komponen pendidikan seperti kurikulum, peserta didik, tenaga pendidik, sarana prasarana, pembiayaan, hingga hubungan dengan masyarakat. Dengan manajemen pendidikan yang baik, sekolah dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan meningkatkan mutu pendidikan. 


7. Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan

Manajemen pendidikan memiliki ruang lingkup yang luas karena menyangkut semua aspek sekolah. Ruang lingkup tersebut mencakup: manajemen kurikulum, manajemen peserta didik, manajemen pendidik dan tenaga kependidikan, manajemen sarana dan prasarana, manajemen keuangan, manajemen hubungan sekolah dengan masyarakat, dan manajemen penjaminan mutu pendidikan.

Semua aspek ini saling berkaitan dan harus dikelola secara terintegrasi. Jika salah satu aspek tidak dikelola dengan baik, maka tujuan pendidikan akan sulit dicapai secara maksimal. 


8. Fungsi Manajemen Pendidikan (POAC)

Fungsi utama manajemen pendidikan dapat dirangkum dalam POAC: Planning (Perencanaan): menetapkan tujuan sekolah, program kerja, dan strategi pencapaian mutu; Organizing (Pengorganisasian): membentuk struktur organisasi sekolah dan pembagian tugas; Actuating/Leading (Pelaksanaan/Kepemimpinan): menggerakkan semua sumber daya agar bekerja sesuai tujuan; Controlling (Pengawasan): melakukan monitoring dan evaluasi agar kegiatan berjalan sesuai rencana.


Fungsi ini membentuk siklus manajemen yang terus berulang. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu merencanakan dengan tepat, melaksanakan secara konsisten, serta mengevaluasi untuk melakukan perbaikan berkelanjutan. 


9. Tujuan Manajemen Pendidikan


Tujuan utama manajemen pendidikan adalah menjamin tercapainya tujuan pendidikan nasional. Selain itu, manajemen pendidikan bertujuan mengoptimalkan penggunaan sumber daya seperti guru, dana, sarana, serta meningkatkan partisipasi masyarakat.


Dengan manajemen yang efektif, sekolah mampu menghasilkan lulusan yang berkarakter, memiliki kompetensi, dan mampu bersaing dalam tantangan zaman. Manajemen pendidikan menjadi “jembatan” antara kebijakan nasional dengan kebutuhan nyata sekolah di tingkat lokal. 


 Kesimpulan


Konsep dasar manajemen pendidikan menegaskan bahwa manajemen adalah proses penting dalam mengatur sumber daya untuk mencapai tujuan. Dalam pendidikan, manajemen berfungsi sebagai strategi utama untuk meningkatkan mutu sekolah. Melalui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang sistematis, lembaga pendidikan dapat berjalan efektif, efisien, serta mampu menjawab tuntutan perkembangan zaman. Manajemen pendidikan bukan hanya pekerjaan administratif, tetapi merupakan kunci keberhasilan sekolah dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas. 


Bacaan untuk Pendalaman


Bush, T. (2011). Theories of Educational Leadership and Management. London: Sage Publications. 


Bush, T. (2018). Educational Leadership and Management: Theory, Policy, and Practice. London: Sage Publications. 


Fayol, H. (1949). General and Industrial Management. London: Pitman. 


Hasibuan, M. S. P. (2016). Manajemen: Dasar, Pengertian, dan Masalah. Jakarta: Bumi Aksara. 


Koontz, H., & O’Donnell, C. (1976). Management: A Systems and Contingency Analysis of Managerial Functions. New York: McGraw-Hill. 


Mee, J. F. (1963). Management Thought in a Dynamic Economy. New York: Prentice Hall. 


Mulyasa, E. (2019). Manajemen dan Kepemimpinan Kepala Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara. 


Pidarta, M. (2009). Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. 


Siagian, S. P. (1986). Filsafat Administrasi. Jakarta: Gunung Agung. 


Taylor, F. W. (1911). The Principles of Scientific Management. New York: Harper & Brothers. 


Tilaar, H. A. R. (2004). Manajemen Pendidikan Nasional: Kajian Pendidikan Masa Depan. Bandung: Remaja Rosdakarya. 




 

×
Berita Terbaru Update